Marley And Me

Marley And Me Marley And Me

Crank:High Voltage

Crank:High Voltage Crank:High Voltage

WATCHMEN - The Movie

WATCHMEN - The Movie WATCHMEN - The Movie

Bedtime Stories

Bedtime Stories Bedtime Stories

info kriminal terkini

wong akeh sing pinter muni tapi kelakuane koyo asu

Latest News

Ibu Dua Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Seorang Kiai

Posted by fariz dot com on Sabtu, 11 Desember 2010 , under | komentar (0)



Malang - Seorang ibu rumah tangga harus menerima kenyataan pahit, keinginannya untuk berobat menyembuhkan penyakit yang dideritanya malah dibalas dengan perlakuan tak senonoh.

Lara (29)-bukan nama sebenarnya-, asal Karangploso, Kabupaten Malang diduga menjadi korban pencabulan. Kejadian itu dialaminya ketika datang berobat kepada MK (50), seorang kiai di kawasan tempat tinggalnya.

Dugaan kasus asusila ini tengah diselidiki aparat kepolisian. Menurut keterangan KS (32), suami korban, istrinya kerap mengeluh sakit di bagian perut. Untuk kesembuhan dirinya mengantarkan istrinya ke rumah MK.

Maklum MK yang juga pengasuh ponpes di Desa Donowarih, Karangploso, Kabupaten Malang, dikenal masyarakat bisa mengobati penyakit. "Saya bawa datang ke situ, waktu itu setahun yang lalu. Metode pengobatan dengan pijat," ujar KS saat melaporkan kasus ini ke Polsek Karangploso, Senin (22/11/2010).

Saat mengobati istrinya, MK meminta dirinya keluar dari kamar. Jadi hanya istrinya dan MK di dalam. Pada saat itulah pelaku mencabuli istrinya. Namun, karena takut, istrinya memilih tak menceritakan pengalaman yang dialaminya kepada dirinya

Menurut KS itu awal dari penderitaan istrinya, selang beberapa hari, MK meminta istrinya datang ke rumahnya dengan alasan untuk mengobati penyakit. Bahkan,
MK juga sering datang ke rumahnya dan mengajak istrinya keluar. "Istri saya seperti diguna-guna dan menuruti semua kata pelaku," jelas bapak dua anak ini.

KS baru menyadari istrinya dihipnotis pelaku untuk memudahkan berbuat asusila, setelah membawanya ke seorang paranormal. "Ternyata istri saya diguna-guna, agar mudah diperdayai," ungkapnya.

Usaha KS menghilangkan istrinya dari jeratan guna-guna pelaku sedikit membuahkan hasil, hingga istrinya mau melaporkan kasus ini ke polisi. "Kini istri saya sedkit sadar, dan mau melaporkan kasus ini," ujarnya.

Kanit Reskrim Polsek Karangploso Aiptu Adenan mengungkapkan, bahwa penanganan kasus ini dilimpahkan ke PPA Polres Malang. "Tadi korban telah melapor dan kini kita bawa ke PPA Polres, karena di sana nanti yang menangani," tandasnya.

Gadis Keterbelakangan Mental Dihamili Paman dan Keponakan

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Malang - Keterbelakangan kondisi mental sebut saja Lara (18), dimanfaatkan JE, seorang pelajar SMP swasta di Dampit, Kabupaten Malang, untuk bisa sepuasnya meniduri. Bahkan ulah bejat itu juga oleh Kabid (43), pamannya.

Akibat perbuatan keduanya, Lara tinggal tak jauh rumah pelaku ini berbadan dua. Kondisi itu akhirnya mengungkap kebejatan pelaku, setelah kedua orang tua Lara bersama perangkat setempat melaporkan ke Polres Malang.

Kini kedua pelaku menjalani penyidikan di UPPA Polres Malang untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. "Kedua pelaku, masih dalam pemeriksaan," kata Kanit UPPA Polres Malang Iptu Arief Ardiansyah dikonfirmasi melalui telpon, Sabtu (27/11/2010) sore.

Menurut Arief, JE saat diperiksa mengaku, jika dirinya memang berniat mendekati Lara, dengan tujuan bisa menikmati tubuh gadis yang mempunyai keterbelakangan mental. Tak susah bagi pelajar kelas XI itu mendekati Lara, karena lokasi rumah mereka berdekatan.

"JE sering mendatangi Lara di rumahnya, sampai kemudian memaksanya untuk berhubungan intim, perbuatan itu dilakukan sejak delapan bulan lalu," ungkapnya.

Perbuatan bejat JE terendus Kabid, pamannya telah beristri dan beranak satu. Kabid dengan sendiri mendatangi Lara di rumahnya untuk meminta 'jatah' dengan ancaman akan mengadukan kepada orang tuanya. Jika menolaknya permintaannya.

"Pelaku Kabid tak lain paman JE, ikut serta meniduri korban, ini sesuai keterangan yang disampaikan korban kepada petugas," beber Arief.

Lara mulanya berusaha menyembunyikan nasib yang dialaminya. Tapi kondisi perutnya semakin membuncit tak bisa menghindar ketika ditanya dirinya tengah berbadan dua. "Ketahuan hamil, kasus ini pun terbongkar," ujar Arief.

Karena perbuatannya kedua pelaku dijerat Pasal 285 KUHP Tentang persetubuhan serta pasal 287 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman hukuman di atas 8 tahun penjara.

Suami Digerebek Istri Saat Making Love dengan WIL

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Situbondo - Seorang suami kepergok istrinya sedang asyik indehoi dengan kekasih gelapnya. Saat tertangkap basah, Ivn (26) warga Jalan Diponegoro, Kelurahan Ardirejo, Situbondo diduga usai melakukan hubungan badan alias making love dengan wanita idaman lain (WIL).

Saat digerebek, ST (25) sang kekasih gelap IVN, ditemukan dalam setengah telanjang dan bersembunyi di kolong tempat tidur. Perbuatan bejat sang suami diketahui Dewi setelah mendapat laporan dari tetangganya yang mengabarkan kalau IVN membawa perempuan ke rumah mereka.

Dewi yang sedang bekerja di salah satu salon langsung pulang. Tiba di rumahnya, Dewi langsung menyisir seluruh kamar. ST diketahui berasal dari Kelurahan Jati, Kabupaten Probolinggo dan bekerja sebagai sales promotion girl (SPG) di Situbondo.

"Waktu saya pergoki dia memakai handuk, pakaiannya sudah berserakan di atas kasur," kata Dewi saat di Mapolres Situbondo, Kamis (2/12/2010).

Dewi kemudian melapor suaminya, IVN dan ST ke polisi. Dewi mengatakan rumah tangganya sudah tidak dapat dipertahankan lagi.

"Ya kalau sudah begini mau apa lagi, saya hanya kasihan terhadap anak kami pak, tapi mungkin ini sudah jalan hidup saya," ungkapnya.

Di hadapan penyidik IVN mengakui jika dirinya memang berzinah dengan ST. Sementara itu ST mengaku baru satu bulan kenal dan berhubungan dengan IVN.

ST mengungkapkan dirinya bertemu IVN saat sedang bekerja sebagai sales. ST mengaku tidak tahu jika Ivn sudah berkeluarga. "Dia mengaku masih bujangan ke saya," tutur ST.

Untuk membuktikan perbuatan IVN dan ST, polisi masih melakukan pememeriksaan medis terhadap keduanya. "Untuk mengetahui ada tidaknya sperma si pria di tubuh si ST ini kan harus secara medis, jika memang terbukti ya akan kita tindak lanjuti. Dan sejumlah barang bukti juga telah kita amankan," tandas Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Sunarto.

Mahkota Vera Direnggut Dua Pemuda Desa

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Malang - Tak pernah dibayangkan oleh Vera-bukan nama sebenarnya-, kalau tetangganya sendiri tega berbuat cabul terhadap dirinya. Keperawanan gadis 18 tahun ini direnggut dua pemuda yang selama ini dipercayai sebagai teman satu kampung halaman.

Kasus yang menimpa gadis asal Desa Kranggan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang kini dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Berdasarkan laporan yang diterima petugas UPPA Polres Malang, kasus asusila itu terjadi pada Senin (29/1/2010), siang. Kala itu Vera tengah melintas di depan rumah Budiono (19). Budiono kemudian memanggil Vera. Vera kemudian mampir ke rumah Budiono. Ternyata di dalam rumah sudah ada Danuri (25), rekan Budiono.

"Korban saat itu tengah melintas di rumah pelaku, kemudian pelaku memanggilnya untuk masuk ke dalam rumah," tutur Kanit UPPA Polres Malang Iptu Arief
Ardiansyah kepada detiksurabaya.com di mapolres Jalan Ahmad Yani, Jumat (3/12/2010).

Arief menuturkan dengan akal bulusnya pelaku berdalih meminta tolong korban membuatkan sebuah surat lamaran kerja. Niat ingin membantu, Vera mengiyakan
tawaran itu.

Selama Vera menulis surat lamaran kerja, kedua pelaku mencoba melancarkan bujuk rayu terhadap Vera. Korban dipaksa masuk ke dalam kamar oleh Budiono. Di dalam kamar korban diancam agar tidak berteriak selama pelaku beraksi. "Pertama menyetubuhi Budiono, kemudian berganti Danuri," ungkap Arief.

Puas menyetubuhi korban, kedua pelaku kemudian memintanya kembali pulang ke rumahnya. Agar perbuatannya tak terbongkar, Budiono bersama Danuri mengancam
korban agar tak mengadukan perbuatan mereka kepada orang lain.

Dengan perasaan hancur, Vera berjalan menuju tempat tinggalnya. Berbagai upaya dia lakukan untuk menutupi perlakuan bejat para pelaku. Tapi kemurungan dirinya membuat keluarga curiga dan mendesak dirinya untuk menceritakan masalah yang
tengah dihadapinya.

"Korban diancam, usai disetubuhi. Namun, karena perilaku korban yang lain dari biasanya, membuat keluarga curiga. Kasus ini kemudian terbongkar dan dilaporkan
ke polisi," ujar Arief.

Petugas sendiri telah memintakan visum dokter, guna bahan penyelidikan. Kedua pelaku sendiri masih dalam pengejaran petugas karena melarikan diri.

Indehoi di Hotel, Oknum TNI & Gadis Berkerudung Terjaring Razia

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Kediri - 10 pasangan terjaring razia yang dilakukan Satpol PP Kota Kediri di sejumlah hotel. Dari 10 pasangan yang terjaring, seorang gadis 17 yang menggunakan kerudung, indehoi bersama pacarnya. Serta oknum anggota TNI AD.

Razia diawali dengan mendatangi Hotel Pondok Indah di Jalan Raden Fatah. Di lokasi ini 4 pasangan berhasil diamankan, diantaranya M Khudhori (30), warga Desa
Maron, Kecamatan Banyakan dan Dini Kurniasari (32), warga Desa/Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk.

Lokasi kedua yang disisir petugas adalah Hotel RIS di Jalan Stasiun. Sayang di lokasi ini petugas gagal menemukan pasangan bukan suami istri, karena diduga telah terjadi kebocoran informasi.

Petugas Satpol PP terus melanjutkan aksinya dengan mendatangi Hotel Kauripan di Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota. Tak tanggung-tanggung, 6 pasangan berhasil diamankan di lokasi ini, satu diantaranya adalah RN, gadis yang mengenakan kerudung dan berusia 17 tahun ini diamankan saat bermesraan dengan M Rifky, tetangganya.

Tak cukup di 3 hotel petugas melanjutkan lagi kegiatannya dengan memeriksa Hotel Salma di Jalan Semeru, Kelurahan Campurejo, Kecamatan Mojoroto.

4 penghuni kamar sempat diperiksa, satu diantaranya seorang oknum anggota TNI AD asal Mojokerto. Meski demikian tak satupun dari 4 penghuni tersebut diamankan, karena keseluruhannya dianggap bisa menunjukkan kartu identitas yang sah.

Kepala Satpol PP Kota Kediri Muhammad Ivantoro mengatakan, razia kali ini dilakukan untuk penegakan perda, terutama kepemilikan KTP oleh warga masyarakat. Hotel sengaja menjadi sasaran, karena razia juga bertujuan untuk meneka kenaikan penyakit masyarakat.

"Dari hasil pemeriksaan, ke 10 pasangan sementara tercatat sebagai pasangan yang tidak sah. Jelas tidak dibenarkan mereka berduaan di hotel dan kami memiliki
kewajiban untuk melakukan penertiban," ungkap Ivantoro.

Razia yang sama juga dimaksudkan menjadi Kota Kediri, jelang dilangsungkannya City Sanitation Summit IX di Hotel Grand Surya, 9 hingga 10 Desember mendatang.

"Mulai besok ada 23 kepala daerah se Indonesia yang hadir di Kota Kediri, dan suasana kondusif harus bisa kami jaga. Untuk itu kami tidak ingin penyakit
masyarakat merajalela, salah satunya dengan melakukan razia ini," tutur Ivantoro.

10 pasangan yang diamankan, setelah didata dan diberikan pembinaan, selanjutnya diizinkan pulang. Meski demikian masing-masing orang yang diamankan,
diwajibkan membuat surat pernyataan, terkait kesanggupan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Balita 3,5 Tahun Dicabuli Tetangga Hingga Tak Bisa Kencing

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Situbondo - Bocah 3,5 tahun sebut saja Okta menjadi korban pencabulan. Okta dicabuli tetangganya sendiri yang bernama Asna (37). Orangtua Okta tak percaya Asna yang selama ini dikenal baik malah berbuat tak senonoh terhadap balita yang pantas menjadi anaknya tersebut.

Akibat pencabulan itu, Okta tak bisa buang air kecil karena alat kelaminnya terluka. Bocah asal Kecamatan Banyuputih, Situbondo itu menjalani perawatan medis.

Informasi yang dihimpun, sebelum perbuatan amoral dilakukan, Asna sengaja mengajak Okta ke rumah salah satu saudara. Pria yang sudah mempunyai istri itu, tidak kali ini saja mengajak Okta jalan-jalan.

Pengakuan Asna, aksi bejatnya dilakukan saat Okta meminta diantarkan untuk buang air kecil. Saat itulah dirinya langsung terangsang melihat paha mulus Okta. "Ya saya tidak tahan pak. Saya coba memasukkan jari saya ke kemaluan dia, waktu itu dia menangis," ujar Asna.

Sementara Tayib, orangtua Okta membenarkan jika putrinya sering diajak keluar rumah oleh Asna. "Dia memang sering mengajak Okta jalan-jalan. Jadi kami tidak curiga kalau Asna sebenarnya punya niat jahat kepada anak putri saya," tutur Tayib kepada detiksurabaya.com, Jumat (10/12/2010).

Pencabulan terungkap, saat Okta kembali di rumahnya dan merintih kesakitan saat hendak buang air kecil. Ini tidak seperti biasanya Okta merintih kesakitan hingga orangtuanya bertanya.

"Dia bilang kalau kemaluannya dimasuki jari Asna, saat itu saya langsung bawa anak saya ke bidan desa," ungkapnya.

Usai memeriksakan Okta ke bidan desa, orangtuanya langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Banyuputih, karena menyangkut perempuan dan anak, kasus itu kemudian dilimpahkan ke Polres Situbondo.

"Dari hasil pemeriksaan medis, alat kelamin si bocah memang mengalami luka akibat benda tumpul, Asna sendiri sudah kami tetapkan sebagai tersangka," tandas Kasat Reskrim, AKP Sunarto.

Keperawanan Sirna oleh Sang Ayah

Posted by fariz dot com on Jumat, 22 Oktober 2010 , under | komentar (0)



Madiun - Ancaman cerai dari ayah tirinya, terus saja mengusik pikiran Lindari. Agar ancaman ayah tirinya tidak dilakukan, Lindari dengan sengaja menawarkan kehangatan untuk ayah tirinya itu. Mmaka pada suatu malam saat ibu dan adik-adiknya terlelap tidur, perempuan cantik ini sengaja keluar kamar untuk bertemu ayahnya untuk membicarakan ancaman cerai itu. Dia menemui ayah tirinya yang tengah nonton TV di ruang makan kelurga. Mahasiswin semester VI ini sengaja ingin menggoda ayahnya. Saat ayah tirinya tengah nonton TV, ia pun langsung bertanya "Apa yang membuat ayah tidak bisa tidur?". Ayah tirinya, lalu menjawab "Tidak ada apa-apa". Di dalam benaknya, ia mengharapkan agar ayah tirinya dapat tergoda saat melihat busana tidur yang dikenakan. Pikir dia, setiap laki-laki memandangnya akan kepincut. "Eh malah, ayah tiriku bilang, ngapain kamu duduk disini, sudah malam bukannya tidur," kata Lindari. Rupanya, kata dia, ayah tirinya dapat menangkap sinyal. Namun belum lama ia berada di kamar, suara lembut datang dari balik pintu memanggil dirinya. Pintu kamar pun dibuka, lalu ayah tirinya duduk di tempat tidur sembari mengatakan "Ayah nggak bisa tidur, tolong pijitin kaki ayah ya". Merasa ayah tirinya masuk perangkap, ia pun bergegas memijit kaki ayah tirinya hingga seluruh tubuhnya. Malam itu, ayah yang sudah tergoda nafsu birahinya, memberanikan diri untuk mempereteli pakaian tidur yang dikenakan. Maka terjadi lah perbuatan hina itu. Pada malam itu, keperawanan Lindari berhasil dijebol oleh ayah tirinya sendiri. Hubungan itu, tambahnya, setiap ada kesempatan terus dilakukan tanpa mengenal waktu. Bila di rumah tidak memungkinkan, ayah tirinya selalu mengajak ke hotel di luar kota Pacitan. Bahkan pernah juga dilakukan di beberpa hotel di Madiun. Tak terasa hubungan bejat itu sudah berjalan dua minggu. Dan ayah tirinya pun lupa dengan ancaman cerainya itu. Bahkan teman selingkuhnya yakni tante Nia, kini tidak pernah disentuh lagi. "Semua ini, dilakukan demi ibu dan adik-adikku. Karena kekayaan ayah tiriku banyak, jangan sampai warisan kelak akan turun ke orang lain," terangnya. Akhirnya Lindari pun merelakan dirinya menjadi istri simpanan ayahnya