wong akeh sing pinter muni tapi kelakuane koyo asu

Latest News

Dipergoki Sedang Pacaran, Mahasiswa Dipaksa Bugil oleh Polisi

Posted by fariz dot com on Minggu, 24 Januari 2010 , under | komentar (0)



Makassar - Tindakan biadab kembali dilakukan oleh aparat penegak hukum Indonesia. Di Makassar, 5 orang polisi memaksa bugil mahasiswi yang dipergoki tengah berpacaran di dalam sebuah mobil.

Kisah pilu itu dialami oleh, sebut saja Mawar, salah seorang mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Makassar, Sulawesi Selatan, sebulan lalu. Mawar diperlakukan tidak senonoh oleh lima oknum polisi setelah dirinya kedapatan sedang berduaan dengan pacarnya di dalam mobil di Pantai Akkarena, Tanjung Bunga, Makassar.

Kelima oknum polisi itu tidak hanya membentak saat menginterograsi Mawar dan kekasihnya. Para aparat penegak hukum itu juga meminta Mawar membuka pakaian bawahnya. Selanjutnya para polisi tersebut mengambil gambar alat vital gadis itu dengan menggunakan HP. Para oknum tersebut beralasan, hal ini dilakukan untuk membuktikan apakah Mawar telah berbuat asusila atau belum dengan kekasihnya.

Nasib malang Mawar tidak berhenti sampai di situ. Dia dan kekasihnya juga diminta membayar uang denda Rp 500 ribu. Karena tidak membawa uang sebesar itu, Mawar terpaksa menjual HP-nya terlebih dahulu di sebuah mal. Mawar berharap, setelah uang diberikan semua gambar yang direkam para pelaku dihapus.

Namun harapannya tidak menjadi kenyataan. Sebulan setelah peristiwa itu, rekaman kejadian pilu yang dialami Mawar malah beredar luas. Hal ini tentu sangat membuat Mawar terpukul. Diantar oleh kedua orang tuanya, Mawar kemudian mengadukan kasus ini ke LBH Makassar.

"Kondisi korban saat ini masih syok dan tidak berani keluar rumah begitu mengetahui rekaman dirinya beredar luas.
Kami sampai harus meminta bantuan psikolog untuk memulihkan traumanya," ungkap anggota LBH Makassar, Fajriani Langgeng, saat ditemui di kantornya, Jl Serigala No 31, Senin (18/5/2009).

Di tempat yang sama, Ketua LBH Makassar, Abdul Muthalib, juga mengecam perilaku para oknum penegak hukum ini. Menurut Muthalib, pihaknya akan langsung mengadukan kasus ini ke Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dan Komnas Perempuan.

"Kami akan meminta kepada Kapolri agar memecat dan memenjarakan anggotanya yang memperlakukan manusia seperti binatang itu," tegas Muthalib.

Wanita Aceh Diperkosa Bergantian di Dalam Tahanan oleh Polisi Syariat

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Banda Aceh - 3 polisi syariat -atau yang dikenal dengan sebutan Wilayatul Hisbah (WH) di Aceh- memerkosa seorang tahanan wanita. Dua tersangka pelaku perbuatan biadab itu sudah diamankan polisi, sedangkan 1 orang lagi masih buron.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Langsa, AKBP Yosi Muhamartha, saat berbincang pada detikcom, Kamis (14/1).

"Mereka (pelaku) sudah berterus terang mengakui perbuatannya memerkosa korban. Untuk melacak keberadaan seorang lainnya yang masih buron, kita sudah minta bantuan WH juga. Dan sejauh ini mereka cukup kooperatif dalam kasus ini," terangnya.

Aksi pemerkosaan yang dilakukan penegak Syariat Islam ini cukup menimbulkan keprihatinan warga Aceh. Pasalnya, kejadian biadab tersebut justru terjadi di kantor penegak hukum Syariat Islam.

Kisah memilukan ini bermula ketika Intan -bukan nama sebenarnya- bersama seorang teman prianya tertangkap oleh petugas WH di kawasan Jalan Lingkar PTPN-I Langsa pada Kamis pekan lalu. Intan dan teman prianya itu dituding telah melakukan perbuatan mesum.

Kedua sejoli ini kemudian digiring ke kantor Satpol PP/WH Langsa di Gampong Tualang, Tengoh. Mereka kemudian ditahan sampai Jumat dinihari. Kejadian pemerkosaan itu sendiri diakui Intan terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari di ruang tahanan.

Paginya, seorang petugas mendapati Intan menangis terus di dalam ruang tahanan. Ketika ditanya kenapa Intan terus menangis, barulah cerita pilu itu terungkap. Kontan saja para petugas yang disebut-sebut Intan, FA dan MN diciduk dari rumahnya. Intan sendiri kemudian divisum.

"Hasil visum memang menunjukkan korban mengalami kekerasan seksual. Tapi lebih rincinya lagi kami masih menunggu hasil visum dari RSUD Langsa," tambah Kapolres. Saat ini, korban sudah dikembalikan pada orang tuanya.

Gara-gara Gempa, Ingin Pindah dari Lantai 20 Apartemen

Posted by fariz dot com on Sabtu, 23 Januari 2010 , under | komentar (0)



Jakarta - Mereka yang berada di ketinggian apartemen tentulah yang paling bisa merasakan kuatnya gempa 7 SR Kamis (9/8/2007) dinihari. Bahkan ada yang ingin pindah ke lantai yang lebih rendah setelah peristiwa alam yang menegangkan ini. Berikut kisah-kisah pada pembaca detikcom: Vera Viji Theresia T Saya penghuni apartemen Wisma Gading Permai di lantai 20. Ketika gempa terjadi saya baru tertidur sekitar 20 menit, tiba-tiba dari lantai atas terdengar suara gemuruh seperti suara orang berlarian. Saya jadi terbangun dan kaget, tapi belum "ngeh" kalau ada gempa. Saya sempat kesal juga, saya pikir ada orang yang lari-lari di lantai atas pas tengah malam. Tapi kemudian terasa goncangan keras, sampai tempat tidur saya bergeser saya langsung panik dan terdengar pintu diketuk keras sekali oleh penghuni di depan unit saya. Buru-buru saya menyambar dompet dan ikut berlarian keluar dari unit saya ternyata ornag-orang sudah pada panik turun lewat tangga darurat. Rasanya kaki lemas dan badan gemetaran sekali, sampai saya terjatuh di tangga karena kaki saya terasa lemas. Sampai di lantai 1, saya segera bergabung dengan yang lainnya di taman. Ternyata banyak sekali penghuni apartemen yang sudah "diamankan" di sana.Semuanya pucat pasi, bahkan ada yang turun sudah lengkap membawa koper dorong segala. Setelah menunggu sekitar 30 menit, seluruh penghuni dipersilakan naik kembali. Tapi saya tidak berani, takut akan ada gempa susulan. Saya pergi ke rumah teman yang ada di sekitar apartemen untuk mencari aman. Gempa kali ini sungguh sangat terasa sekali guncangannya bikin saya jadi trauma dan berpikir mau pindah saja dari lantai 20. Ikh seremmm...!! NiningGempa yang terjadi semalam memang membuat saya sekeluarga berlarian keluar rumah, dan ternyata di luar para tetangga juga sudah berada di luar. Di Giwangan Yogyakarta, tempat tinggal saya gempa terasa lumayan lama dan juga lumayan membuat orang-orang pada panik. Memang setelah gempa setahun yang lalu melanda Yogyakarta dan sekitanya, membuat orang-orang jadi lebih waspada dan tentu saja sensitif dengan getaran. Setelah menunggu di luar rumah sekitar 10 menit, saya kembali masuk rumah. Tapi dari luar ada anak kecil sebelah rumah yang bicara pada ibunya "Bu, berarti lindune ngerti, wong aku wingi kangen karo gempa koyo biyen" (Bu, berarti gempanya tahu, soalnya kemarin aku kangen gempa seperti dulu). Aku di dalam rumah geli juga...oalah Dik, gempa kok dikangeni... Gunawan WibisonoSebagai warga Yogya, setahun pertama pasca gempa 27 Mei 2006 merasakan goyangan gempa sudah tidak membuat heran. Namun gempa semalam di Indramayu sempat membuat keder juga, lantaran goyangan dirasakan di Yogya cukup keras juga cukup lama. Waktu itu saya baru saja mematikan komputer dan baru nonton tv. Begitu merasakan goyangan yang tidak kunjung selesai segera saya bangunkan isteri dan spontan istri saya gendong anak kedua dan saya gendong anak pertama. Yah maklum peristiwa 27 Mei 2006 nyaris merenggut dua buah hati yang masih balita, jadi bagaimanapun juga trauma masih ada. Setelah semua berlindung di bawah pohon mangga, segera saya cek tower internet dan bangunan rumah yang renovasinya sejak gempa setahun lalu sampai sekarang belum kunjung selesai. Setelah semua aman segera saya buka detikcom dan ternyata perkiraan pusat gempa dan kekuatannya sudah bisa diketahui. Saya kira di Bantul lagi e... ternyata di Indramayu. Sugeng, Banguntapan, BantulWah, semua orang di tempatku keluar rumah. Termasuk saya, istri, dan anakku yang baru berumur 3 bulan. Kami benar-benar trauma setelah kejadian 27 Mei 2006 lalu. Makanya kami semua langsung keluar semua. Saya nggak sempat ingat ternyata saya hanya sarungan saja. Begitu terasa gempa saya langsung nangkap anak keluar, ehhhhh ternyata sarung saya jatuh. Dan hasilnya saya ......untung di luar halaman hanya istri saya... Irfan Yusuf, Pejaten Ketika terjadi gempa di Jakarta tadi malam, saya baru menyelesaikan editing foto untuk 2 orng klien saya, mereka orang Arab yang dengan setia menunggu saya menyelesaikan pekerjaaan. Maka ketika terjadi gempa, spontan mereka berteriak-teriak meracau dalam bahasa Arabnya, sambil berlari keluar ruangan. Mereka sedikit berdebat tentang apa yang terjadi dan tentu saja berteriak gempa dalam bahasa Arabnya. Saya sendiri pun dengan tenang berjalan keluar ruangan, sambil menahan geli melihat ekpresi kedua orang Arab itu. Johan WahyudiDi Pacitan tepatnya di Desa Purworejo saya juga merasakan adanya gempa (00:15 WIB) yang menurut saya gempa kali ini getarannya lebih hebat dari gempa-gempa yang pernah terjadi. Saat kejadian saya lagi di depan komputer ngerjain tugas kantor. Kalau ngk salah semalam ada dua getaran yang pertama kecil kemudian yang kedua agak besar. Warga membunyikan kentongan dan semua orang keluar semua. Alhamdullillah, semua selamat. 30 Menit setelah kejadian saya lihat komputer saya dan konek ke internet langsung buka detikcom dan ada berita gempa 7 SR pusat di Indramayu. Hery Hernawan Gempa pada dinihari tadi malam menyisakan trauma yang berkepanjangan. Bagaimana tidak? belum selesai trauma setahun yang lalu, sekarang gempa besar muncul lagi. Saya bekerja di perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dan tinggal di kampung wilayah lereng gunung Merapi, di mana setahun lalu merasakan dahsyatnya gempa di wilayah Bantul, Yogyakarta. Tadi malam sekitar pukul 00.03 WIB terjadi gempa yang menurut orang-orang yang tinggal di wilayah Yogyakarta terasa besar dengan durasi waktu yang panjang. Waktu itu saya sedang duduk-duduk di teras rumah kami, anak-anak saya sudah "nglempus" tidur di kamarnya. Sedang istri saya sudah mulai mimpi dengan bantal-gulingnya. Seolah tak percaya, tiba-tiba kayu yang ada di depan rumah kami jatuh dengan suara brrakk. Saya pikir kucing berkelahi. Setelah itu lampu padam dan terdengar teriakan "lindu.....lindu........" (dalam bahasa Jawa artinya gempa) dan seketika saya membangunkan seisi rumah dengan teriakan sama. Dengan cekatan saya angkat anak saya dan setelah di luar rumah dalam kegelapan kami berkumpul, dan ternyata sudah banyak warga kampung yang berada di luar. Tanpa dikomando, sebagian warga memukul kentongan keras-keras dan saling bersahutan agar warga bangun. Sampai pagi ini masih banyak warga dikampung saya yang masih tidur di teras luar rumah masing-masing karena trauma dengan gempa setahun yang lalu. Dan akibatnya saya ngantuk di kantor. Yongky, Bogor Gempa dinihari semalam juga saya rasakan di Bogor. Lampu gantung ikut bergoyang dan air bak mandi kelihatan beriak. Sekitar beberapa detik kami rasakan sekeluarga, dan setelah kami nonton TV memang telah terjadi gempa, sempat panik juga sebentar. Tania T Di daerahku daerah Wedomartani Sleman Yogyakarta, terasa gempa kecil namun cukup panjang. Dan waktu gempa semalam, aku sedang mendownload film animasi di rumah. Kebetulan waktu itu aku berada di kamar bersama ibuku yang sudah tertidur kemudian tiba-tiba monitor bergoyang. Karena meja komputer berdempetan dengan dipan, saat itu kupikir ibuku menggerakkan badannya dan aku tidak memikirkan hal yang lainnya. Aku mencoba tenang dan memastikan bahwa goyangan itu memang karena ibuku. Namun ibuku tiba-tiba terbangun dan berteriak "Gempa" dan menyuruhku keluar sambil bertanya, "Mbak mana, mbak mana". Dalam keadaan panik sambil mencari mbak, akhirnya aku jawab "Mbak udah di luar." Dan ternyata di luar sudah banyak tetanggaku yang berhamburan keluar dan ada warga kampung yang memukul-mukul tiang untuk menandakan keadaan gawat. Setelah itu beberapa saat gempa tidak terasa dan selama 15 menit kami mencoba menunggu di luar. Saking tegangnya tiba-tiba badanku menggigil kedinginan luar biasa. Padahal kalau dirasa udara saat itu cukup normal. Dan memalukan lagi, mungkin saking takutnya, aku tidak sengaja kentut. itu membuat ibuku dan beberapa yang mendengar tertawa. Yah mungkin disebabkan trauma gempa yang lalu. Walau pikiranku berusaha santai, ternyata tubuhku tidak bisa diajak kompromi. hehehe... Lilis, Yogyakarta Saya tinggal di Perumahan Jambusari. Ketika gempa saya baru bisa tidur, tiba-tiba saya merasa goyang. Saya memang masih trauma dengan gempa sejak kejadian Mei 2006. Dalam hati saya berpikiran "Wah Yogya gempa lagi", tapi saya berusaha tenang walaupun takut juga.

Jejak Pelecehan Seksual di Unhas

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Makassar - Kasus Dahlia, nama samaran mahasiswi program Ekstensi Ilmu Administrasi, Fisip, Universitas Hasanuddin (Unhas), yang mengalami pelecehan seksual oleh Sul, kepala jurusan yang juga pembimbing skripsinya bukanlah kasus pertama kali terjadi di Unhas. Pelecehan seksual di Unhas, Makassar ini sudah sering terjadi. Berdasarkan catatan penerbitan kampus 'Identitas' Unhas, pada Februari 1998 misalnya, Wn, seorang mahasiswi program D III, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) diraba-raba dadanya oleh dosennya di laboratorium komputer. Pelecehan ini terjadi saat Wn meminta ujian susulan kepada dosen yang bersangkutan. Pada Desember 1999, senat mahasiswi Ekonomi mendapat pengaduan keberatan dari seorang mahasiswa jurusan studi Pembangunan, yang mengatakan dirinya dipaksa dicium oleh dosennya. Dan pada tahun 2000 lalu, seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi mengadu dilecehkan oleh dosennya. Tapi saat tidak jelas bagaimana bentuk pelecehan yang dialami mahasiswi itu, lantaran kasusnya yang segera ditutup-tutupi oleh pihak fakultas saat itu. Pada Juni 2002 lalu, Wd, mahasiswi Ilmu Administrasi, dipaksa oleh Aw, Sekretaris Jurusan Ilmu Administrasi untuk melayani nafsu bejatnya. Namun Wd menolak. Kejadian ini terjadi di dalam ruangan sekretaris jurusan, saat Wd hendak mempertanyakan nilai mata kuliahnya. Saat Aw memaksa, secara kebetulan pacar Wd tiba-tiba muncul dan memukuli dosen Aw. Perkelahian pun terjadi. Kasus ini pun sempat heboh di Unhas, hingga sang dosen sempat diskors. Awal tahun 2005, fakultas Hukum Unhas memecat salah seorang dosen yang dinilai telah melakukan pelanggaran keras asusila, lantaran menghamili mahasiswinya. Sang dosen tetap berstatus pegawai negeri tapi tak diizinkan lagi untuk mengajar di Fakultas Hukum. Kapan hal-hal asusila ini diseriusi?

Agus Bakar 7 Temannya Hidup-hidup!

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Medan - Agus (28) warga Jl Veteran, Gang Aman, Desa Manunggal, Kecamatan Labuhan Deli, Sumatera Utara (Sumut), nekat membakar tujuh temannya hidup-hidup. Para korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Hingga kini seluruh korban masih terus dirawat secara intensif.

Peristiwa sadis ini terjadi pada Jumat (22/1) malam, sekitar pukul 21.30 WIB. Penyebabnya hanya sepele, berawal saling ejek antara pelaku Agus dengan korban Syahrial (28). Aksi saling ejek kemudian memanas dan berujung pertengkaran hebat antar keduanya.

Karena sakit hati, pelaku pergi mengambil bensin dan langsung menyiramkan ke tubuh Syahrial dan membakarnya. Siraman bensin tidak hanya mengenai Syahrial, namun juga empat teman pelaku yang sedang berada di lokasi permainan playstation.

Pasangan suami isteri, Arman Efendi (50) dan Sumini (43) juga ikut menjadi korban. Akibatnya, tubuh para korban ikut terbakar hingga membuat cedera serius di sekujur tubuh. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Korban langsung dilarikan ke tiga rumah sakit dan menjalani perawatan intensif.

Tiga korban menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum (RSU) Sinar Husni yang berada tak jauh dari lokasi, yakni Guruh Putra Panca (13), Ivan Bahari (17), dan Bili (18). Kemudian tiga korban yaitu Syarial, Arman Efendi dan Jarwo (20), dilarikan ke RSU Martha Friska, Jl. Yos Sudarso. Sedang dua korban lagi, Agus, dan Sumini, dibawa ke ruang ICU RSU Pirngadi, Jl. HM. Yamin Medan.

Salah seorang korban, Guruh Putra Panca, menuturkan ia tidak sempat menyelamatkan diri karena sebagian bajunya telah tersiram bensin. "Karena baju sudah kena bensin, apinya langsung menyambar," keluh Guruh.

Kini pihak Polsekta Helvetia telah mengusut kasus ini. Polisi masih melakukan pengusutan guna mengungkap secara pasti motif di balik peristiwa ini.
Sabtu, 23/01/2010 09:53 WIB

Berobat ke Dukun, Ibu RT Bernasib Sial

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Riau - Betapa sialnya nasib 7 orang ibu rumah tangga di Rokan Hilir Riau. Berniat ingin berobat alternatif, tapi malah perbuatan tidak senonoh yang didapatkan. Para ibu rumah tangga ini umumnya datang ke Sakun (44) sang dukun cabul, karena mendengar kabar bahwa ada dukun sakti yang mampu mengobati berbagai jenis penyakit dan mampu memberi penjagaan dari serangan makhluk halus. Saat pengobatan, Sakun mengajukan berbagai syarat agar pengobatannya bisa ampuh. Salah satu syaratnya adalah melakukan hubungan layaknya suami istri. Umumnya sang korban terlebih dahulu diberikan minum air putih yang sudah diberikan jampi-jampi olehnya. Sakun terkena batunya awal bulan September ini ketika salah satu korbannya, Yanti (23) melaporkan dirinya ke polisi dan mengakhiri aksi sang dukun. Yanti sendiri terhindar dari aksi pencabulan Sakun karena menolak berhubungan intim. "Saya menolak, karena hubungan badan ini sama saja berbuat zinah. Waktu itu saya berpikir, ini sudah tidak jelas lagi cara pengobatan sang dukun," ungkap Yanti, seperti dituturkan Kapolres Rokan Hilir, Riau AKBP Anang Ripandoko saat dihubungi detikcom, Minggu (10/09/2006). Laporan Yanti mengenai rencana pemerkosaan tersebut kepada pihak kepolisian membongkar aksi cabul Sakun sebelumnya. Tujuh ibu rumah tangga yang pernah menjadi korban pun akhirnya ikut melaporkan dia dengan tuduhan pencabulan. "Kini tersangka Sakun sudah kita ringkus dan kita tahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Tersangka kita jerat dengan pasal 285 KUHP tentang pencabulan," tandas Anang.

Razia Pekat, Polisi Amankan 4 Pasangan Mesum

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Kediri - Petugas gabungan dari Mapolresta Kediri menggelar razia ke sejumlah hotel yang ada di daerah itu. Hasilnya 4 pasangan bukan suami istri terjaring razia itu.

Dua pasangan diantaranya berstatus mahasiswa dan terindikasi sedang melakukan tindakan mesum.

4 pasangan mesum yang diamankan masing-masing berinisial HDM (27), warga Kelurahan Kemasan, Kecamatan Kota dan HR (19), warga Desa Kwadungan, Kecamatan Gampengrejo, DNS (20), dan WS (23) warga Desa Tiro Lor, Kecamatan Gurah.

2 pasangan lain yang berstatus mahasiswa yaitu salah AHR (20) dan SHR (22), serta NAP (19) dan SWK (23).

"Operasi pekat memang menjadi atensi pimpinan dan akan terus digelar sampai jelang Natal dan Tahun Baru mendatang," kata Ketua Regu A Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polresta Kediri Aiptu Darussalam, kepada wartawan di mapolresta, Sabtu (17/10/2009).

Dipilihnya hotel sebagai sasaran operasi penyakit masyarakat, dikarenakan adanya kecurigaan penyalahgunaan fungsinya menjadi ajang perbuatan mesum.

"Makanya tujuannya ya hotel itu-itu saja, karena memang di lokasi itu kenyataannya
memang dijadikan langganan untuk orang-orang seperti mereka ini dalam melakukan aksinya," ungkapnya.

4 pasangan yang diamankan, mereka diserahkan ke Bagian Binamitra untuk diberikan pembinaan. Khusus untuk yang masih berstatus mahasiswa, orang tuanya akan didatangkan sebagai pembelajaran agar hal itu tidak terulang kembali.

Pacaran di Tempat Sepi, Dua Sejoli Dipaksa "Nikah Hansip"

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Pamekasan - Hati-hati jika tengah bermesraan di tempat yang sepi. Jangan sampai, Anda dipaksa untuk 'Kawin Hansip' seperti yang terjadi pada dua sejoli asal Dusun Pagadungan, Kecamatan Pagentenan Pamekasan, Madura.

Lantaran kepergok tengah bermesraan di tempat yang sepi, Habib (18) dan Nurhalimah (15) dipaksa warga untuk menikah. Kedua pasangan sejoli ini ditangkap warga di sebuah gardu yang ada di batas Desa Aengrasa Laok, Senin (19/10/2009) malam.

"Mereka ditangkap saat pacaran di gardu batas Desa Aengrasa Laok. Warga marah lantaran mereka berpacaran di luar batas waktu. Masak sampai jam 12 malam mereka belum pulang," ujar Rofik, tokoh pemuda Desa Pasanggar, Selasa (20/10/2009) siang.

Begitu digerebek massa, Habib kabur dengan memacu sepeda motornya ke arah Desa Aengrasa Laok. Ironisnya, saat kabur Habib meninggalkan sang kekasih hatinya. Warga tak tinggal diam. Mereka mengejar Habib, dan akhirnya tertangkap.

"Begitu tertangkap, Habib kami kawal menuju rumah orangtua Nurhalimah. Kami juga memanggil modin desa untuk memimpin pernikahan tengah malam itu juga," jelas Rofik.

Tanpa persiapan matang, pasangan belasan tahun itu menjalankan "Kawin Hansip", dengan disaksikan Ahman, ayah Nurhalimah, dan Abdurrahman, ayah Habib.

"Yang menikahkan Kiai Latif, modin desa. Karena mendadak, mempelai pria memberikan mahar berupa uang Rp 10 ribu," sambung Rofik. Setelah menjalani "Kawin Hansip", Habib dan Nurhalimah bebas meneruskan perjalanan asmaranya.

Oknum Polisi Paksa Pacar Gugurkan Kandungan

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Situbondo - Sudah jatuh tertimpa tangga itulah keadaan Bunga sebut saja begitu. Gadis berusia 20 tahun itu terlantar di rumah sakit dan kondisinya cukup memprihatinkan. Bunga masuk rumah sakit setelah meminum obat untuk mengugurkan kandungannya.

Ironisnya 'aksi' minum obat untuk mengugurkan janin itu atas ide sang pacar. Pacar Bunga yang berinisial SW oknum anggota kepolisian menolak bertanggungjawab atas kehamilan Bunga. SW meminta Bunga mengugurkan kandungan karena sudah mempunyai istri.

Anggota korps baju coklat ini diketahui berpangkat Aiptu dan sudah lama menjalin hubungan gelap dengan Bunga.

"Sebelum saya mengalami pendarahan, dia sering memberi obat untuk menggugurkan
kandungan. Bahkan, sebelum  berangkat ke RS  saya sempat menelepon dia. Dia mengaku sedang di Bali, meski sebenarnya  ada di Situbondo," kata Bunga kepada wartawan di RS dr Abdoer Rahem, Situbondo, Jumat (4/12/2009).

Bunga dirawat di rumah sakit sejak pukul 20.00 WIB pada Kamis (3/12/2009). Bunga sempat mengalami kesulitan untuk membayar biaya perawatan. Namun biaya perawatan dirinya ditanggung oleh Paminal dari Polres Situbondo.

"Ya untung ada anggota polisi yang mau membayar biaya. Katanya anggota dari Paminal," ungkap Bunga lain.

Sementara itu, Kapolres AKBP Taufik Rachmad Hidayat berjanji untuk menindaklanjuti kasus asusila yang diduga dilakukan oknum bawahannya itu.

"Kalau oknum polisi itu terbuki melakukan asusila, kami tidak segan-segan untuk memberikan sanksi yang berat kepada oknum itu," tandas Taufik saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Ketahuan Bercinta di Sawah, Pasangan Mesum Digerebek Warga

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Sumenep - Semakin dewasa dan bertambahnya umur seharusnya nafsu bisa ditahan. Tapi tidak bagi PL (46) dan ST (38) warga Dusun Cangkreng, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sumenep. Karena tak kuat menahan nafsu keduanya melakukan hubungan suami istri di pematang sawah.

Aksi nekat keduanya itu diketahui warga. Sedang asyik keduanya digerebek warga dalam kondisi telanjang. Sikap tak terpuji ini diketahui pertama kali oleh istri PL. Maklum tempat keduanya memadu kasih tak jauh dari rumah PL.

Awal diketahuinya perbuatan mesum itu, Nurainah curiga dengan goyangan rumput di balik tanaman ketela pohon. Setelah didekati dia melihat suaminya sedang berhubungan intim.

Mengetahui suaminya berselingkuh dan berhubungan badan, sang istri berteriak. Mendengar teriakan ibu dua anak dan satu cucu ini warga langsung datang ke lokasi dan melihat PL suami Nurainah bermain cinta dengan ST seorang janda.

Matsalam (40) salah satu saksi mata mengatakan, hubungan PL dan ST diduga telah lama. Sebab kondisi rumah tangga PL beberapa waktu terakhir ini sudah tak harmonis lagi.

"Kelakuan PL dan ST sangat keterlaluan, sebab dilakukan di tempat terbuka dan siang hari. Saat ini, keduanya ada di salah satu rumah aparat desa," kata Matsalam pada  detiksurabaya.com di rumahnya, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sabtu (19/12/2009).

Meski tak sampai dihakimi massa, pasangan mesum itu diamankan aparat desa untuk diminta keterangan atas perbuatan keduanya.

Ditinggal Suami ke Malaysia, Istri TKI Selingkuh

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Pamekasan - Puluhan warga Desa Plakpak, Kecamatan Pagentenan, Pamekasan, menggerebek pasangan selingkuh. Amarah massa memuncak dengan membakar sepeda motor milik pria pasangan selingkuh itu.

Puas membakar sepeda motor, massa akhirnya menggelandang pasangan selingkuh itu ke Mapolsek Pagentenan.

Pasangan selingkuh itu adalah, Hosimah (26) dan Samhari (30), warga Desa Rombuh, Kecamatan Palengaan. Agaknya Hosimah yang ditinggal Ahmad Muhamad, suaminya, ke Malaysia itu tergoda dengan rayuan Samhari.

Kepala Desa Plakpak, Muhdi mengatakan, semenjak ditinggal suaminya
bekerja di Malaysia, Hosimah hanya tinggal bersama kedua anaknya yang
masih kecil.

"Mungkin karena kesepian dan terjerat rayuan pasangan selingkuhannya itu, maka terjadilah cinta terlarang itu," kata Muhdi, saat dihubungi detiksurabaya.Com via ponselnya, Kamis (24/12/2009).

Ahmad Muhamad, suami Hosimah, bekerja di Malaysia sejak 19 bulan lalu.  Ahmah mengadu nasib ke luar negeri lantaran tidak memiliki lahan pertanian dan bekerja serabutan.

"Waktu pamit ke Malaysia, Ahmad sempat menitipkan istri dan kedua anaknya kepada para tetangganya," ungkap Muhdi.

Sayangnya, Hosimah tak lagi menggubris imbauan para tetangganya ketika
menerima Samhari yang bertamu ke rumahnya. Melihat Samhari makin sering bertandang ke rumah Hosimah, para tetangganya memberikan peringatan dan mengancam akan menggerebeknya.

"Namun, peringatan dan ancaman tetangganya itu tak digubris Hosimah. Setelah berkali-kali mempergoki Hosimah memadu kasih dengan pria bukan muhrimnya itu, warga lalu sepakat menggerebeknya," terang Muhdi.

Menjelang adzan maghrib, akhirnya penggerebekan dilancarkan warga. Amuk massa terjadi. Samhari yang berusaha kabur, akhirnya menjadi sansak hidup. Warga yang murka kampungnya dikotori, akhirnya membakar sepeda motor Samhari.

Pasangan selingkuh itu pun digelandang ke Mapolsek Pagentenan. "Tapi di tengah perjalanan, warga melepas Hosimah lantaran kasihan dengan kedua anaknya yang masih kecil. Warga hanya menyerahkan Samhari kepada polisi," tutur Muhdi.

Kini, Hosimah bersama kedua anaknya ditampung kepala desa untuk menghindarkan amuk massa susulan.

Diselingkuhi, Safii Aniaya Istri

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Surabaya - Andai saja Ahmad Safii (34) melaporkan istrinya selingkuh ke polisi, mungkin nasibnya akan lain. Berhubung dia sendiri 'menghukum' istrinya, malah pria warga Jalan Krembangan Jaya itu yang harus berurusan dengan polisi.

"Tersangka kami amankan setelah menganiaya istrinya," ujar Kasat Reskrim Polres Surabaya Utara, AKP Dolly A Primanto, kepada wartawan di mapolres, Jalan Bubutan, Kamis (14/1/2010).

Kepada polisi bapak 4 anak itu mengaku kalap karena emosi saat menganiaya istrinya, Eva (30). Emosi Safii memuncak karena istri yang telah dinikahinya selama 13 tahun itu ketahuan selingkuh dengan temannya sendiri, Yus. Pasutri itu sebenarnya mulai pisah ranjang sejak 24 Desember 2009 lalu. Sejak itu Eva ngekos di Jalan Tengger Kandangan.

"Bisik punya bisik dari tetangga kos, tersangka baru tahu kalau istrinya mengajak pisah ranjang karena berselingkuh," tambah Dolly.

Gosip itu mengatakan jika seorang pria kerap berkunjung ke kos istrinya, bahkan sampai menginap. Eva sendiri sempat pindah kos, namun pria tersebut tetap mendatanginya.

Kemarin, Safii mendatangi kos Eva. Tujuannya satu, untuk memberi pelajaran baik Eva dan selingkuhannya. Saat masuk kamar kos, yang ada hanya Eva. Cek cok pun terjadi. Saking emosinya, Safii memukul mata Eva 3 kali hingga lebam.

Tak hanya itu, petugas pengatur lyn di Terminal Joyoboyo itu menyabetkan pisau yang dibawanya. Sabetan itu mengenai punggung, pergelangan tangan kanan, jari telunjuk kanan dan lengan kiri Eva. Untunglah Eva berhasil kabur sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

"Setelah dianiaya, korban melapor dan tersangka akhirnya kami amankan," tandas Dolly.

Anak Bunuh Ibu Kandung Terancam Lolos Jeratan Hukum

Posted by fariz dot com on Jumat, 22 Januari 2010 , under | komentar (0)



Surabaya - Pelaku anak pembunuh ibu kandung, Laili Marhumah (36) terancam lolos dari jeratan hukum bila tes kejiwaan menunjukkan positif. Apalagi pelaku pernah dirawat di RS Jiwa Menur dan Porong.

"Ya bisa saja proses hukumnya dihentikan jika tersangka memang nanti hasilnya positif gila," kata Kapolres Surabaya Selatan, AKBP Bahagia Dachi, kepada detiksurabaya.com di ruangannya, Mapolres Surabaya Selatan, Jalan Raya Dukuh Kupang Barat, Senin (18/1/2010).

Meski begitu, pihaknya saat ini sedang menunggu hasil tes kejiwaan tersangka dari RSJ Menur. "Tadi siang sudah kita kirim ke RSJ untuk menjalani tes kejiwaan," imbuhnya.

Sebelumnya, peristiwa berdarah itu terjadi di kamar mandi rumah mereka di Jalan Raya Lakarsantri No 140, sekitar pukul 07.30 WIB. Lailil membunuh ibunya menggunakan cangkul. Tidak diketahui apa penyebab Lailil menghilangkan nyawa ibunya.

Seorang Janda di Mojokerto Dirampok dan Diperkosa

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Mojokerto - Tragis betul nasib Warsiati (48) janda 3 anak. Dia diperkosa pencuri yang merampok rumahnya di Dusun Pandan Kuning, Desa Pandan Krajan, Kecamatan Kemlagi, Mojokerto.

"Semula ditanya, apa punya handphone, saya jawab tidak punya. Setelah itu seorang di antaranya mendatangi saya," kata Warsiati kepada polisi saat rekontruksi di rumahnya, Sabtu (28/11/2009).

Peristiwa perampokan itu terjadi 7 November lalu. Saat itu ada 7 orang perampok yang menyatroni rumahnya. Seorang perampok yang belakangan diketahui CEM (30) memperkosa dirinya sebanyak 2 kali. Semula aksi itu dilarang teman CEM yang lain. Namun CEM beraksi saat teman-temannya yang lain keluar membawa sepeda motor miliknya dan tape.

Satu orang dari kawanan perampok ini tertangkap namun CEM sang pemerkosa berhasil melarikan diri. Perampok yang diamankan bernama Alan Subagio (30). Alan ditangkap saat membawa sajam di bazaar yang digelar di desa setempat.

"Kami sudah mengidentifikasi dan memburu pelaku yang sudah kabur," ungkap Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Samsul Makali kepada detiksurabaya.com.

Bocah SD Disodomi Dua Waria

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Banyuwangi - Tak ada rotan, akar pun jadi. Peribahasa ini mungkin cocok bagi perilaku dua waria di Banyuwangi. Gara-gara sering melintas di depan rumah pelaku, bocah berinisial EB (11) disodomi Naim (38) alias Nini, tetangga korban dan Herman (36) alias Yayan warga Denpasar, Bali.

Siswa kelas IV asal Kecamatan Gambiran, Banyuwangi disodomi secara bergantian saat berangkat sekolah, Selasa (1/12/2009). Peristiwa naas itu bermula saat korban di tengah perjalanan dihadang salah satu pelaku, Naim di depan rumahnya.

Korban pun diseret masuk ke rumahnya dan langsung dimasukkan kamar. Di dalam kamar, Herman sudah siap menunggu untuk ikut menyodomi korban.

"Korban disodomi bergantian di dalam kamar rumah Naim," jelas Kapolsek Gambiran, AKP Ma'ruf saat dihubungi detiksurabaya.com, Rabu (2/12/2009).

Setelah puas melampiaskan nafsunya, kedua waria memberi uang Rp 10 ribu ke korban yang disertai ancaman. Korban diancam akan dihabisi jika memberitahu apa yang telah dialaminya. Sementara kebejatan pelaku terungkap setelah orangtua korban mendapat laporan jika anaknya tidak masuk sekolah hari itu.

"Malam hariya, seorang teman ada yang datang ke rumah korban. Dia tanya ke orang tua korban, kenapa kok anaknya tidak masuk sekolah," ungkap kapolsek asal Jember ini.

Setelah didesak pertanya, akhirnya EB mengaku diperkosa kedua pelaku. Peristiwa itu pun langsung dilaporkan ke Polsek Gambiran. Dari lokasi kejadian, polisi menyita sebuah sarung penuh bekas sperma. Selain itu, lotion pelembab kulit yang tersisa separuh turut diamankan.

Semuanya diamankan sebagai barang bukti. Polisi juga mengantongi hasil visum dari rumah sakit yang menguatkan adanya kekerasan seksual pada lubang dubur korban.

Sementara polisi masih mengembangkan kasus itu untuk mengetahui kemungkinan bertambahnya korban. Pasalnya, perbuatan bejat kedua waria tersebut diduga bukan pertama kali.

Jika terbukti bersalah, kedua waria tersebut terancam hukuman 12 tahun penjara, karena melanggar UU No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

Setubuhi Gadis 17 Tahun, Dukun Cabul Dihajar Massa

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Malang - Seorang dukun dihajar massa karena diduga melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap pasiennya. Dukun cabul itu bernama Tarikan (45) asal Dusun Reco, Desa Sitirejo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Tarikan babak belur dan dan dirawat di RSUD Saiful Anwar Malang, menjadi korban amuk karena kondisinya kritis.

Tarikan dihajar massa, Senin (7/12/2009) dini hari. Warga tidak terima dengan perbuatan Tarikan yang menyetubuhi gadis berusia 17 tahun di areal persawahan.

Ceritanya bermulai pada Minggu (6/12/2009) orangtua Bunga sebut saja begitu, datang ke Tarikan. Mereka meminta Tarikan mencarikan jodoh. Tarikan kemudian meminta Bunga datang ke dirinya. Ternyata Tarikan terpesona dengan pesona Bunga.

Nafsu laki-lakinya pun tak bisa ditahannya. Dia mengajak gadis yang baru mekar itu ke areal persawahan yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Di tengah areal persawahan itu, Tarikan menyetubuhi Bunga.

Tak terima dengan perbuatan Tarikan, Bunga kemudian melaporkan hal itu ke orangtuanya. Mendengar cerita anaknya, kedua orangtua Bunga mendatangi Tarikan. Namun ternyata tak hanya orangtua Bunga yang datang warga lainnya juga datang.

"Massa menjemput pelaku dan menghakimi," kata Kapolsek Wagir AKP Suyoto saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Kasus ini kata Wagir mereka limpahkan pada UPPA Polres Malang. "Penanganan kasus ini akan kami limpahkan," ungkap Suyoto.

Ketahuan Bercinta di Sawah, Pasangan Mesum Digerebek Warga

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Sumenep - Semakin dewasa dan bertambahnya umur seharusnya nafsu bisa ditahan. Tapi tidak bagi PL (46) dan ST (38) warga Dusun Cangkreng, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sumenep. Karena tak kuat menahan nafsu keduanya melakukan hubungan suami istri di pematang sawah.

Aksi nekat keduanya itu diketahui warga. Sedang asyik keduanya digerebek warga dalam kondisi telanjang. Sikap tak terpuji ini diketahui pertama kali oleh istri PL. Maklum tempat keduanya memadu kasih tak jauh dari rumah PL.

Awal diketahuinya perbuatan mesum itu, Nurainah curiga dengan goyangan rumput di balik tanaman ketela pohon. Setelah didekati dia melihat suaminya sedang berhubungan intim.

Mengetahui suaminya berselingkuh dan berhubungan badan, sang istri berteriak. Mendengar teriakan ibu dua anak dan satu cucu ini warga langsung datang ke lokasi dan melihat PL suami Nurainah bermain cinta dengan ST seorang janda.

Matsalam (40) salah satu saksi mata mengatakan, hubungan PL dan ST diduga telah lama. Sebab kondisi rumah tangga PL beberapa waktu terakhir ini sudah tak harmonis lagi.

"Kelakuan PL dan ST sangat keterlaluan, sebab dilakukan di tempat terbuka dan siang hari. Saat ini, keduanya ada di salah satu rumah aparat desa," kata Matsalam pada  detiksurabaya.com di rumahnya, Desa Gunung Kembar, Kecamatan Manding, Sabtu (19/12/2009).

Meski tak sampai dihakimi massa, pasangan mesum itu diamankan aparat desa untuk diminta keterangan atas perbuatan keduanya.

Diduga Mesum, Anggota Polres Kediri Digerebek Warga

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Kediri - Sebagai anggota kepolisian dan abdi negara, harusnya ZA, oknum Anggota Satuan Intelkam Polres Kediri bisa memberi contoh yang baik bagi masyarakat di sekitarnya.

ZA digerebek warga saat ketahuan menginap di rumah WY, seorang gadis berusia 20 tahun, warga Desa Sumberbendo, Kecamatan Pare. Dugaan sementara diantaranya keduanya terjalin hubungan asmaran dan seringkali melakukan tindakan mesum.

Penggrebekan dilakukan warga masyarakat pada Sabtu (9/1/2010) dinihari. Warga yang memang sudah geram dengan perbuatan sang anggota kepolisian itu menunggu saat yang tepat. ZA datang ke rumah WY pukul 21.00 WIB, Jumat (8/1/2010).

"Tadi malam itu dia datang dan sepeda motornya dimasukkan. Nah setelah semua kumpul dan sepakat, langsung kami menggerebeknya," ungkap Kholil (40), salah seorang tokoh masyarakat Desa Sumberbendo kepada wartawan.

WY sang pemilik rumah awalnya menutupi keberadaan ZA. Namun WY tak bisa membantah karena sepeda motor ZA masih berada di dalam rumah. Keduanya kemudian diarak oleh warga ke rumah perangkat desa. WY sendiri selama ini dikenal gadis sebatang kara. Orangtuanya sudah meninggal dunia dan saudaranya menetap di Surabaya.

"Saat kami temukan itu kami langsung meminta KTP nya, tapi karena tidak bisa menunjukkan, dia langsung kami arak ke rumah Pak Kamituo (Kaur Pemerintahan)," tutur Kholil.

Ditanya mengenai adanya tindakan mesum antara ZA dan WY, Kholil mengaku tidak mengetahuinya. Meski demikian melihat kedekatan dan seringnya tindakan itu dilakukan, tidak menutup kemungkinan perbuatan tidak senonoh pernah dilakukan.

"Di KTA polisi yang diberikan ke Pak Kamituo, dia disebutkan beristri dan beranak satu. Kalau memang begitu kenapa menginap di rumah gadis, pasti ada yang patut dicurigai kan," katanya.

Usai menjalani 'sidang terbuka', ZA diijinkan pulang. Meski demikian, sepeda motor bernomor polisi AG 3546 FA yang diketahui sebagai miliknya diminta ditinggal, sebagai jaminan untuk bersedia setiap saat kembali apabila dibutuhkan.

"Dia memang kami minta membuat surat pernyataan dan sepeda motor itu jaminannya," ujar Kholil.

Secara terpisah Wakapolres Kediri Kompol Arnapi, dikonfirmasi mengenai tindakan tidak terpuji salah satu anggotanya turut membenarkan. Pelaku saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Unit P3D Polres Kediri dan dipastikan akan dikenakan sanksi.

"Sanksinya apa, ya nanti disesuaikan dengan kesalahan yang dilakukannya. Dan yang jelas akan sesuai juga dengan aturan hukum yang berlaku dan diterapkan di kepolisian," tegas Arnapi.

Anak Cacat Mental Jadi Korban Sodomi Guru Ngaji

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Madiun - Dia dikenal sebagai pria yang santun, pandai mengaji. Namun dibalik sifatnya yang terpuji, ternyata ada sisi jelek. TM (20), warga Jalan Gajah Mada di Kota Madiun tega melakukan pelecehan seksual.

TM tega melakukan sodomi terhadap OK (16). OK sendiri masih tetangganya dan anak yang mengalami keterbelakangan mental.

Perbuatan amoral TM ini diketahui dari mulut teman bermain OK. OK mengaku dia disodomi TM selama 4 bulan dari Agustus hingga Desember 2009. Teman OK kemudian mengadukan hal itu pada orangtua OK.

"Saya disuruh pegang burungnya dan mengemutnya dan dimasukkan ke anus saya. Saya menurut saja takut kalau menolak nanti di marahi," kata OK kepada wartawan yang didampingi orang tuanya melapor ke Polresta Madiun, Selasa (12/01/2010).

Ibu kandung OK, Ny SS (37), tak habis pikir kenapa TM tega melakukan hal itu pada anaknya. TM yang dikenalnya adalah anak yang baik, taat beribadag dan sempat menjadi guru mengaji di Kelurahan Manguharjo.

"Dulu dia juga guru mengaji tapi sekarang tidak. Kok tega melakukan sodomi ke anak saya yang cacat mental begini," ungkap Ny SS dengan nada kesal.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Madiun AKP Eko Rudianto, mengatakan saat ini pihaknya melakukan penyelidikan dan melakukan visum terhadap OK apakah benar menjadi korban sodomi. "Kita masih lakukan penyelidikan dan untuk menangkap tersangka perlu kita visum korban dulu," tandas Eko.

Eko menambahkan pelaku dikenakan pelanggaran UU perlindungan anak kalau jika terbukti bersalah dan diancaman 5 sampai 7 tahun penjara. Hingga saat ini korban dan kedua orang tua masih dimintai keterangan di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polresta Madiun.

Kepergok Selingkuh, Seorang PNS Diarak Keliling Kampung

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Pacitan - Seorang oknum PNS di lingkungan Pemkab Pacitan digerebek warga. Perempuan berinisial YY (43) digerebek puluhan warga Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Pacitan lantaran tertangkap basah berbuat mesum.

Dia keperhok mesum dengan pria yang bukan suaminya yakni KN (40). Keduanya pun diarak beramai-ramai keliling kampung.

"Rupanya warga kesal melihat perselingkuhan yang mereka lakukan. Selain sama-sama sudah berkeluarga, mereka juga melakukan seolah tanpa beban," ungkap Kepala Satpol PP Kabupaten Pacitan, Supomo kepada wartawan, Kamis (5/11/2009).

Supomo mengakui, Satpol PP memang sedikit terlambat menangani kasus itu. Pasalnya, warga yang mengetahui hubungan intim antara YY yang berlatar belakang PNS dengan KN yang berwiraswasta itu tidak segera melapor. Sebaliknya warga justru melakukan aksi penggerebekan sendiri.

"Kami baru dapat laporan setelah keduanya digelandang ke rumah RT setempat," kata Supomo.

Sebagai penegak disiplin di jajaran birokrasi, Supomo sangat menyayangkan kejadian tersebut. Apalagi, salah satu pelaku berstatus ibu rumah tangga sekaligus PNS. "Seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat."

Keduanya pun akan diberi pembinaan. Bagi oknum PNS bersangkutan, akan dijatuhi sanksi khusus. Hanya saja, mengenai sanksi yang bakal diberikan akan disesuaikan tingkat pelanggaran yang telah dilakukan. Dengan mengacu PP 30 tahun 1980 tentang disiplin PNS.

Dijelaskan, sanksi atas pelanggaran disiplin pegawai biasanya ada tiga tahapan. Mulai sanksi ringan, sedang hingga berat dengan ancaman maksimal pemberhentian dengan hormat atau bahkan pemberhentian tidak dengan hormat

Bercinta di Bawah Pohon Beringin, Pasangan Selingkuh Digerebek

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Magetan - Pasangan selingkuh yang sedang asyik bercinta di siang bolong tertangkap basah petugas Satpol PP Magetan, Selasa (10/11/2009).

Kedua pasangan yang bukan suami istri ini asyik memadu kasih di alun-alun setempat. Keduanya adalah Bariadi (30) warga Parang, Magetan dan Kadinem (29) warga Sampung, Ponorogo.

Menurut Kasi Trantib Satpol PP Magetan, Winoto, kecurigaan itu bermula melihat keduanya menuju ke area pohon beringin yang rindang. Petugas kemudian menuju ke area itu dan melihat kalau keduanya asyik bercinta di bawah pohon beringin. Rambut acak-acakan dan baju tidak karu-karuan.

"Tadi ada petugas kita yang di Pos Kantor Bupati melihat keduanya masuk. Petugas curiga karena keduanya lama tidak keluar-keluar dari tempat itu. Petugas kemudian ke lokasi dan melihat keduanya asyik bercinta meski tidak melepas baju," tandasnya kepada wartawan.

Meski tak memakai baju, namun keduanya seakan tidak sungkan saling memegang satu dengan yang lain. Pasangan yang sedang dimabuk asrama ini kemudian digiring ke kantor Satpol PP. Dari pengakuannya dihadapan petugas, kalau Kadinem sedang dalam proses cerai sedangkan Bariadi sudah mempunyai istri. "Keduanya kita mintai keterangan di kantor," pungkasnya.

Video Mesum 'Karaoke' Pelajar Kembali Beredar

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Lumajang - Dunia pendidikan di Jawa Timur kembali tercoreng dengan video porno yang diaktori pelajar. Kali ini, adegan tidak senonoh dilakukan pelajar SMA di Lumajang.

Informasi yang berhasil dihimpun detiksurabaya.com, video mesum berjudul 'SMK' dengan durasi 4 menit ini sudah menyebar luas di masyarakat Lumajang. Pemain dalam video mesum diduga dilakukan oleh pelajar SMK Negeri 1 Kecamatan Pasirian.

Dalam video porno itu, terlihat adegan dua pelajar yang mengenakan seragam sekolah melakukan aksi tidak senonoh di dalam kelas. Keduanya
melakukan oral seks. Aktor perempuan terlihat tengah melakukan 'karaoke' alat vital milik pacarnya.

"Kabar ada film porno dari sekolah sini. Aku pernah liat, tapi lewat ponsel teman. Kalau pemerannya aku kurang begitu tahu," kata SK, salah seorang siswa SMK Negeri 1 Pasirian ditemui di sekolahnya, Kamis (12/11/2009).

Sementara pihak SMK Negeri 1 saat dikonfirmasi membantah jika pemeran video mesum tersebut adalah siswanya. Salah satu guru berinisial YT yang menemui wartawan mengaku tidak berani memberi informasi dugaan video mesum siswanya.

"Maaf mas. Soal itu biar kepala sekolah yang menjelaskan. Bapak sedang rapat di Diknas," kata YT.

Kapolsek Pasirian AKP Jauhar Ma'arif saat ditemui di Mapolsek mengatakan, pihaknya memang mendengar adanya video mesum pelajar SMK di Pasirian. Namun, pihaknya masih menyelidiki siapa pemeran adengan mesum yang beredar di ponsel pelajar dan masyrakat.

"Saat ini kami masih mencari video mesum itu sebagai barang bukti untuk penyelidikan," tegas AKP Jauhar Ma'arif.

'Mercusuar Bergoyang' Gegerkan Bangkalan

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Bangkalan - Video mesum yang diduga diperankan pelajar SMA beredar luas, di Bangkalan, Madura. Video berjudul 'Mercusuar Bergoyang' itu menggegerkan masyarakat setempat. Video berdurasi 9 menit diperkirakan direkam di Desa Ujung Piring, Kecamatan Kota Bangkalan.

Dalam rekaman itu pemeran perempuan terlihat menggunakan pakaian seragam putih abu-abu yang dipadu dengan jaket warna hitam. Sementara pameran laki-laki menggunakan pakaian lengan panjang kotak-kotak, dipadu dengan celana pensil warna
hitam.

Dalam adegan kedua pasangan terlihat bersetubuh hingga tiga kali. Ketika selesai bercinta kedua pasangan berbeda jenis itu terlihat tergesa-gesa merapikan pakaian dalam yang sebagian terlepas ketika keduanya asyik memadu cinta.

Salah seorang warga Bangkalan, Rustam (35) mengaku mempunyai video mesum itu. Dia mengaku kaget dengan ulah dua pelajar tersebut.

"Saya juga mendapatkan video itu dari teman. Dalam videonya sangat jelas keduanya melakukan hubungan intim," kata Rustam kepada wartawan di salah satu warung kopi, Jalan Pemuda Kaffah, Bangkalan, Rabu (18/11/2009).

Menurut dia, warga sudah banyak yang mempunyai video mesum itu dan sudah menjadi perbincangan. Bahkan, warga yang belum mempunyai rekaman itu juga terus mencari video. "Warga benar-benar terkejut dengan video mesum itu, karena diperankan
pelajar SMA di Bangkalan," ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Bangkalan, AKBP Agus Salim mengaku telah menerima laporan
itu. "Laporan tentang beredarnya video mesum itu sudah masuk. Anggota saya sedang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku," ungkap Agus

Dua Pelajar Ditangkap Satpol PP Saat Bermesraan di Kuburan

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Probolinggo - Tak kuat menahan nafsu muda, kedua pelajar SMK di Kota Probolinggo harus berurusan
dengan Satpol PP. Ini dikarenakan keduanya asyik bermesraan di areal pekuburan China di Kelurahan Wonoasih. Keduanya pun digelandang petugas.

Keduanya tertangkap saat operasi rutin yang digelar petugas Satpol PP. Petugas menangkap basah keduanya berdasarkan laporan dari warga sekitar yang sering melihat beberapa pelajar bermesraan di kompleks pemakaman itu.

Benar saja ketika masuk areal pemakaman petugas menemukan dua orang siswa sedang asyik bermesraan. Melihat kedatangan petugas, kedua siswa bolos sekolah itu terkejut bukan main.

"Tidak pak, saya tidak melakukan apa-apa. Saya hanya berciuman saja," kata DT yang masih memakai seragam sekolahnya itu.

Meski kedua siswa itu menolak mengakui perbuatan abmoral keduanya, petugas tetap membawa mereka ke kantor Satpol PP. "Kedua siswa yang kepergok berbuat mesum itu kita lakukan pembinaan, bagaimana mereka tidak melakukan perbuatannya lagi," kata Kepala Sat Pol PP Kota Probolinggo, Sukam kepada wartawan.

Setelah keduanya dilakukan pembinaan, tambah Sukam, mereka kemudian diperbolehkan
untuk pulang ke rumah. "Ini operasi rutin," tandasnya.

Siswi SMK Dicabuli di Rumah Kosong

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Tuban - Nasib NA siswi kelas I SMK Desa Banyubang, Kecamatan Grabakan, Tuban sungguh malang. NA dicabuli pacarnya sendiri berinisial FR (15) warga Kelurahan Kedungombo, Kecamatan Semanding, Tuban.

Peristiwa pencabulan itu terjadi pada Rabu (25/11/2009) sore. NA dan FR keluar rumah untuk jalan-jalan. Agenda jalan-jalan yang dilakoni pasangan muda mudi ini berakhir di rumah kosong di Kedungombo. Di rumah kosong itu pasangan yang baru berpacaran 1,5 bulan ini melakukan hubungan suami istri.

NA yang tak kunjung pulang padahal sudah larut malam membuat orangtuanya gelisah. Orangtuanya kemudian melaporkan kehilangan anak ke Polres Tuban. NA dan FR ditemukan pada Kamis (26/11/2009) pagi. Setelah ketemu, pihak keluarga NA kemudian menyerahkan FR pada polisi.

Namun tidak hanya FR yang diperiksa. NA juga diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse dan Kriminal Polres Tuban.

"Kita masih melakukan pendalaman atas perkara ini. Selain memeriksa korban, kita juga sedang melakukan pemeriksaan terhadap pelaku," kata Kasat Reskrim Polres Tuban Iptu Budi Santoso kepada wartawan.

ABG Cabuli Pacarnya Terinspirasi Film Porno

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Tuban - Pencabulan terhadap NA (15) siswa kelas 1 SMK di Tuban yang dilakukan oleh pacarnya bernama FR (16) terinspirasi dari film porno yang ditontonnya dari handphone (HP). Adegan panas dalam film yang ditontonnya dia praktekkan terhadap pacarnya.

"Awalnya dia saya ajak jalan-jalan kemudian saya ajak menginap di rumah kosong di Gedongombo," kata FR dihadapan penyidik, Jumat (27/11/2009).

Anak baru gede (ABG) asal Desa Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban ditahan sejak Kamis (26/11/2009) setelah orangtua NA melapor pada polisi.

FR mengakui perbuatan layaknya hubungan suami istri itu terjadi pada pukul 23.00 WIB. Kemudian sekitar pukul 04.00 WIB dia mengajak korban ke luar untuk mencari makan dan nongkrong di alun-alun. "Sumpah pak, cuma satu kali saya melakukannya. Itupun tidak masuk semua karena sulit," tutur FR.

Dia mengakui semua adegan yang dilihatnya di film porno dia lakukan. "Saya menyesal pak. Saya janji tidak akan mengulangi lag," ungkapnya.

Sementara itu Kabag Bina Mitra POlres Tuban Kompol Sri Sukorini menjelaskan bahwa FR sudah ditetapkan sebagai tersangka. Ia dijerat UU Perlindungan Anak.

"Kasus ini berawal dari laporan keluarga korban. Dan saat ini pelaku sudah kita tahan
dan kita tetapkan sebagai tersangka," tandas Sri Sukorini kepada detiksurabaya.com.

Kakek Bejat Perkosa Bocah 10 Tahun

Posted by fariz dot com on , under | komentar (0)



Sumenep - Seorang kakek bernama Jubir (57) memang tidak sadar dengan usia. Kakek asal Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Madura keterlaluan dia memperkosa NW anak berumur 10 tahun.

Kelakuan bejat itu sudah terjadi hingga 4 kali. Yang terakhir kali dilakukan di belakang rumah warga setempat saat korban pulang dari mengaji tangga 24 November 2009 lalu. Kakek yang sudah mempunyai cucu banyak ini memperkosa NW tetangganya karena terpesona pada kecantikan gadis kecil itu.

Sikap nakal sang kakek terbongkar setelah NW menceritakan apa yang dialaminya ke orangtuanya. Orangtuanya kemudian melaporkan ke polisi.

NW awalnya tak berani bercerita karena takut dengan ancam sang kakek bejat itu. Dia diancam akan dibunuh jika melaporkan peristiwa itu pada oranglain. Berselang beberapa hari setelah diperkosa, NW kesakitan dan selalu murung. Orangtuanya menanyakan kenapa dia selalu murung tapi gadis kecil itu selalu menghindar.

Salah seorang kerabat korban, Suraini (41) warga Sapeken, Sumenep, mengatakan, awalnya orang tua NW enggan melaporkan kasus dugaan pemerkosaan ini pada polisi karena dinilai aib.

Dia berharap, penyidik benar-benar menangani kasus perkosaan itu dan segera menyeret pelaku ke sel tahanan.

"Berkat kesadarannya akhirnya kasus ini baru dilaporkan pada polisi hari ini," kata
Suraini pada detiksurabaya.com di Mapolres Sumenep, Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu
(28/11/2009).

Sementara, Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin membenarkan adanya dugaan
pemerkosaan yang dilaporkan korban bersama orang tuanya dari Pulau Sapeken.

"Kasus ini tentunya akan diproses sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Kita
tunggu dulu hasil pemeriksaan laporan korban yang dilakukan penyidik," ungkap Mualimin pada detiksurabaya.com di ruang kerjanya.